Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan untuk memulai berbisnis. Awali dari data yang akurat
Oleh: Djoko Iriandono, S.E., M.A.
Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan berbasis aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Maxim telah mengubah cara masyarakat memperoleh transportasi, mengirim barang, memesan makanan, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari. Di kota-kota besar, layanan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Namun, muncul sebuah pertanyaan penting. Apakah model layanan yang sama juga dibutuhkan oleh masyarakat di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan?
Pertanyaan inilah yang menjadi titik awal lahirnya gagasan untuk mengembangkan sebuah layanan digital berbasis masyarakat lokal. Sebuah layanan yang tidak hanya menyediakan transportasi, tetapi juga mampu membantu UMKM, petani, peternak, pelaku wisata, dan masyarakat umum dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, kami tidak ingin terburu-buru membangun aplikasi hanya karena melihat keberhasilan platform besar. Kami ingin memulai dengan pendekatan yang lebih rasional, lebih hati-hati, dan berbasis data.
Mengapa Tidak Langsung Membuat Aplikasi?
Banyak startup gagal bukan karena teknologinya buruk, melainkan karena mereka membangun sesuatu yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan oleh masyarakat.
Membangun aplikasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain biaya pembuatan, ada pula biaya pemeliharaan sistem, server, pemasaran, pelatihan pengguna, hingga dukungan teknis yang harus disiapkan secara berkelanjutan.
Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah membuat aplikasi, melainkan memastikan bahwa kebutuhan pasar memang benar-benar ada.
Prinsip yang ingin kita pegang adalah:
"Jangan membangun aplikasi terlebih dahulu. Bangunlah pasar terlebih dahulu."
Jika pasar sudah terbentuk, aplikasi hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Potensi Kecamatan Tutur
Kecamatan Tutur memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota-kota besar.
Wilayah ini dikenal sebagai:
Karakteristik tersebut membuka peluang lahirnya layanan digital yang berbeda dengan model transportasi online pada umumnya.
Bukan tidak mungkin bahwa kebutuhan terbesar masyarakat ternyata bukan layanan ojek online, melainkan:
Inilah yang harus dibuktikan melalui survei.
Tahap Pertama: Mendengarkan Suara Masyarakat
Sebelum mengambil keputusan bisnis, kita perlu mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat.
Karena itu akan dilakukan survei terhadap tiga kelompok utama:
1. Masyarakat Umum
Survei ini bertujuan mengetahui:
2. Pelaku UMKM
Survei ini bertujuan mengetahui:
3. Calon Mitra Pengemudi
Survei ini bertujuan mengetahui:
Data dari ketiga kelompok tersebut akan menjadi dasar utama dalam menentukan arah bisnis.
Memulai dengan Cara Sederhana
Apabila hasil survei menunjukkan adanya peluang yang menjanjikan, langkah berikutnya bukan langsung membuat aplikasi.
Sebaliknya, kita akan melakukan uji pasar secara sederhana menggunakan WhatsApp.
Misalnya:
Dengan model ini, kita dapat memperoleh informasi yang sangat berharga:
Seluruh proses tersebut dapat dilakukan dengan biaya yang sangat kecil.
Menentukan Kelayakan Bisnis
Sebuah bisnis tidak boleh dibangun berdasarkan perasaan atau asumsi.
Karena itu perlu ditetapkan indikator keberhasilan yang jelas.
Sebagai contoh:
Pengguna
Minimal 40% responden menyatakan bersedia menggunakan layanan.
Mitra Driver
Minimal 50 orang siap bergabung.
Mitra UMKM
Minimal 50 usaha siap menjadi mitra.
Transaksi
Mampu menghasilkan sedikitnya 10–20 transaksi per hari selama masa uji coba.
Jika target-target tersebut tercapai, maka bisnis layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Sebaliknya, jika hasil survei menunjukkan minat yang rendah dan transaksi tidak berkembang, maka proyek dapat dihentikan atau diarahkan ke model bisnis yang lebih sesuai.
Apakah Perlu Bermitra dengan Platform Besar?
Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah lebih baik membangun sistem sendiri atau bergabung dengan platform yang sudah ada.
Jawabannya bergantung pada hasil survei dan perkembangan pasar.
Bergabung dengan platform yang telah memiliki teknologi dan merek yang kuat memang memiliki keuntungan:
Namun membangun sistem sendiri juga memiliki kelebihan:
Keputusan tersebut tidak perlu diambil sekarang. Yang terpenting adalah memperoleh data yang akurat terlebih dahulu.
Visi yang Ingin Dibangun
Yang ingin kita bangun bukan sekadar layanan ojek online.
Yang ingin dibangun adalah sebuah ekosistem digital lokal yang mampu membantu masyarakat Kecamatan Tutur.
Ekosistem tersebut dapat mencakup:
Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga oleh pelaku usaha, petani, peternak, dan masyarakat luas.
Penutup
Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Kita tidak sedang berlomba menjadi Gojek atau Grab berikutnya. Kita juga tidak sedang mengejar kemewahan teknologi.
Yang sedang kita lakukan adalah mencari solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Kecamatan Tutur.
Karena itu, langkah pertama kita bukan membangun aplikasi, melainkan membangun pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat.
Jika data menunjukkan peluang yang besar, kita akan melangkah lebih jauh.
Jika data menunjukkan sebaliknya, kita akan belajar dan mencari peluang lain yang lebih menjanjikan.
Sebab dalam dunia usaha, keberanian memang penting. Namun keberanian yang didasarkan pada data dan fakta akan jauh lebih kuat daripada keberanian yang hanya didasarkan pada harapan.
Mari kita mulai perjalanan ini dengan pikiran terbuka, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Tutur.